Sunday, March 20, 2011

kalam dibicarakan ilham diutuskan

Memiliki sebuah cerita itu memang menarik, tapi saat kita merasakannnya mungkin ada kepahitan dari cerita itu sendiri.
Keanekaragaman rasa memang sangat mempengaruhi dalam sebuah kehidupan yang dimana rata rata dari kita hanya menginginkan sebuah cerita yang manis-manis saja. Kadang kita juga terlupa dan menjadi sesuatu yang melalut-lalut ketika membiarkan hati kita berkuasa dan terluka lagi.
Namun kita juga harus pandai menyedari  bahawa terluka itu memang tidak menyeronokkan dan rasanya seperti di patuk ular berbisa yang boleh mematikan hati dan membuatnya menjadi busuk serta tidak lagi boleh memakai hati itu untuk hidup. Kita pun menjadi mati tapi ada, dalam erti kata lain kita tidak lagi hidup ketika tak memiliki hati lagi tetapi hanya ada dalam berupa wujud manusia.
Berani mengambil sikap untuk merasionalkan hati memang berat dan mungkin harus menghilangkan sesuatu dalam hati yang sudah tertanam serta mengakar dalam setiap lubang jantung.
Ya kita pun harus bangun kembali disaat kematian hati kita sudah mencapai klimaksnya (pelik mati boleh mencapai klimaks).hehee.. Kelahiran yang dimana hati serta pikiran berjalan seiring kembali pun diperlukan dan kita juga perlu mematikan kita yang dulu. Sebulat suara serta dorongan dari orang-orang disekeliling sangat diperlukan sekali untuk menjadikan semuanya itu menjadi nyata dan membuat kita baru lagi (baru dalam kata lain hati dan pikiran).

berdirilah kita sebagaimana berdiri teguhnya menara tokyo itu sendiri.

1 comment:

  1. tp sye dh hlg die terus... die dh tanak sye... tian sye... (-_-)

    ReplyDelete